WeCreativez WhatsApp Support
Tanyakan Terkait Produk Layanan Kami

Tanjung Priok Akan Jadi Pelengkap Tanjung Perak Sebagai Pintu Masuk Impor Bawang Putih

tanjung priok pintu masuk impor bawang putih

Tanjung Priok Akan Jadi Pelengkap Tanjung Perak Sebagai Pintu Masuk Impor Bawang Putih

Impor bawang putih selama ini masuk melalui Pelabuhan Tanjung Perak sebagai pintu utama serta Pelabuhan Belawan di Sumatera Utara. Pemerintah sedang merencanakan agar Tanjung Priok juga dibuka untuk impor tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Banun Harpini selaku Kepala Badan Karantina Pertanian, rencana ini diupayakan sebagai pemecah importasi. Terjadi peningkatan pemasukan bawang putih ke Pelabuhan Tanjung Perak. Keadaan tersebut mempertinggi potensi risiko tersebarnya penyakit maupun bakteri pada bawang putih.

Disebutkan Banun, keputusan diambil setelah dilakukan serangkaian kajian ilmiah. Analisis risiko dilakukan dengan menghadirkan sejumlah pakar untuk mengetahui hama maupun penyakit yang menyerang bawang putih sekaligus usaha pengendaliannya.

Dari analisis risiko disimpulkan, Pelabuhan Tanjung Priok aman sebagai tempat bongkar muat bawang putih. Secara ilmiah bawang putih konsumsi memiliki risiko lebih rendah jika dibandingkan dengan yang masih dalam bentuk bibit.

Tanjung Perak dinilai terlalu penuh sebagi satu-satu pintu masuk impor bawang putih. Beban yang masuk telah melebih kapasitasnya. Terjadi peningkatan sebesar 67% pada tahun 2017 dibandingkan tahun sebelumnya. Banun lebih lanjut mengemukakan, tahun 2016 bawang putih impor mencapai 321 ribu ton. Selama periode Januari-Juni 2017, bawang putih yang masuk sudah mencapai total 171 ribu ton. Dari jumlah ini, kebanyakan masuk melalui Pelabuhan Tanjung Perak.

Keberanian pemerintah untuk membuka Pelabuhan Tanjung Priok sebagai tempat bongkar muat bawang putih impor juga didasarkan pada kajian mengenai perbandingan beban masuk dengan kapasitas sarana yang ada saat ini.

Dengan sejumlah dasar di atas, pemerintah mempersiapkan agar rencana ini kemudian dijadikan peraturan perundang-undangan melalui Peraturan Menteri Pertanian nomor 20 tahun 2017.

Impor sendiri dilakukan oleh pemerintah karena produksi bawang putih domestik tidak mampu menutupi kebutuhan dalam negeri. Dengan luas tanam 2.500 hektare, Indonesia hanya mampu menyuplai 20.295 ton, sementara kebutuhan bawang putih di Indonesia hingga 500 ton. Dengan begitu, 90% harus diimpor.

Senada dengan itu, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyebutkan, pemerintah masih belum berniat membatasi bawang putih yang masuk melalui Pelabuhan Tanjung Perak. Sikap itu akan berlanjut hingga harga bawang putih di pasaran turun sehingga dapat dilakukan stabilisasi harga.

 

 

 

 

Post a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *